P2L, Langkah Nyata Kota Bima Wujudkan Pangan Sehat dan Cegah Stunting

KOTA BIMA* – Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga. Hal tersebut terus didorong oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima melalui program *Pekarangan Pangan Lestari (P2L)*.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, *Gufran AH, S.Pd., M.Si.*, saat berkunjung ke Kelurahan Jatibaru dan Kelurahan Sadia beberapa hari lalu, memberikan pembinaan kepada masyarakat, khususnya para petani sayur, terkait pentingnya pengembangan pangan lestari di lingkungan masing-masing.

Gufran menjelaskan, pangan lestari merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun sistem pangan berkelanjutan. Salah satu konsep yang dapat diterapkan masyarakat adalah melalui P2L, yakni memanfaatkan lahan pekarangan, lahan tidur, maupun halaman rumah, kantor dan sekolah yang belum produktif untuk dibudidayakan secara intensif.

“P2L dapat menjadi langkah sederhana untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar kita,” jelas Gufran.

Menurutnya, P2L tidak hanya berorientasi pada ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengonsumsi pangan yang *Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA)*. Pemanfaatan pekarangan juga dapat membantu menghemat pengeluaran kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Lebih jauh, Gufran menyebutkan bahwa pemenuhan pangan bergizi dari lingkungan keluarga juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencegahan stunting.

Setiap rumah tangga, lanjutnya, dapat memanfaatkan pekarangan untuk menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan, budidaya dapat dilakukan dengan metode hidroponik. Selain itu, pemeliharaan ikan maupun ternak dalam skala kecil juga dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Tidak harus memiliki lahan yang luas. Pekarangan rumah yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menanam sayur, buah, maupun memelihara ikan atau ternak dalam skala kecil,” harap Gufran.

Ia menambahkan, penerapan konsep pangan lestari juga memiliki manfaat yang lebih luas. Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, P2L turut mendukung kelestarian sumber daya alam, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta mendorong tersedianya pangan sehat bagi generasi mendatang tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem.

Gufran berharap masyarakat Kota Bima semakin bersemangat memanfaatkan potensi lahan yang ada di lingkungan masing-masing. Menurutnya, gerakan pangan lestari dapat dimulai dari rumah dan dilakukan secara bersama-sama sehingga memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat.

“Dengan semangat bersama, mari kita manfaatkan lahan yang ada untuk menghasilkan pangan sehat, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, memperkuat ketahanan pangan dan turut mencegah stunting,” pungkasnya.